Monday, March 19, 2012

Listen, Love

Kemarin hari saya menemukan wajah mama saya cemberut ga enak saat tiba di rumah setelah pergi dengan adik laki-laki saya. Intuisi saya mengatakan ada sesuatu yang salah, mungkin ada kejadian yang membuat mama tidak berkenan. Ternyata benar. Begitu keluar dari mobil, mama langsung mengomel pada bapak saya sambil meneteskan air mata. "Bukan kejadiannya mas, tapi ke ga didengarnya itu sing aku ke Lara-Lara". Begitu kira-kira omelan mama saya begitu menginjakkan kakinya di pekarangan. Adik saya nyerempet buk jembatan. Tak lama setelah itu saya pulang ke paviliun kecil saya untuk menghindar dari suasana tidak mengenakkan itu. Namun toh adik saya tetap saja memanggil saya untuk 'rapat' keluarga. Dalam rapat kecil-kecilan itu mama mengutarakan apa yang menjadi uneg2nya. Beliau mengatakan bahwa ada empat hal yang adik saya tidak mau lakukan. Sebenarnya kesemuanya itu adalah hal sepele, namun entah mengapa mama menganggapnya sebagai sesuatu yang besar. Mungkin karena beliau merasa tidak didengarkan oleh adik saya. 

Jadi, waktu itu mereka pergi ke Bantul, ke rumah eyang. Adik saya berinisiatif untuk mengantar mama ke sana. Namun mama sebenarnya menolak diantar dengan alasan takut adik saya masih ngantuk, dan alasan kedua, adik saya masih dalam masa ujian sekolah. That's one thing. Kemudian sesampainya di sana mama minta pada adik untuk memarkir mobilnya di seberang jalan aja, karena jalan masuk ke rumah eyang sangat sempit. Namun adik saya memaksa untuk parkir di dekat rumah eyang. Ada dua hal lagi yang adik lakukan dan membuat mama tidak berkenan, tapi saya udah lupa. Jadi biarlah dua hal itu menjadi misteri. Karena intinya toh bukan di situ. Nah, yang membuat saya berpikir adalah saat rapat itu, hanya mama saja yang mengungkapkan pikirannya. Adik saya sama sekali tidak diminta untuk memberi penjelasan atas tindakannya. Padahal jika adik saya bisa menjelaskan perilakunya, mungkin kesedihan mama tidak akan separah itu. Merasa tidak dituruti, tidak didengarkan. Itulah keluh kesah mama saya. Namun, jika kita mundur sejenak dan mengambil perspektif adik bisa saja ternyata maksudnya baik. Dalam pikiran saya, adik saya bersikeras mengantar mama pergi karena tidak tega membiarkan mamanya nyetir sendiri ke Bantul yang jauh walaupun beliau sudah sering melakukannya. Lalu saya kembali mencari alternatif alasan tentang kejadian yang kedua. Mungkinkah adik saya tidak ingin membuat mama jalan jauh membawa banyak barang dari rumah eyang sehingga Ia memutuskan untuk parkir mobil di dekat rumah saja. Jika kita melihat dari asumsi itu, maka sebenarnya perilaku yang dicap negatif dan dipersepsikan sebagai bentuk pembangkangan ternyata adalah bentuk cinta adik pada mama. Di sinilah letak pelajaran yang saya ambil. Bahwa jika kita mau berhenti sebentar dalam amarah dan kesedihan yang kita rasakan dan memberi orang lain kesempatan untuk menjelaskan dirinya, maka sebenarnya apa yang kita rasakan itu tidaklah perlu. 

Seringkali saya mengalami kesedihan atau rasa marah yang penyebabnya adalah saya bermain dengan persepsi saya sendiri. Dan pemecahannya adalah dengan cross check langsung. Sesederhana itu. Namun seringkali pula saya tidak melakukannya. Hehehe.. Baru saja terlintas dalam pikiran, bahwa begitu banyak kejadian yang berlalu begitu saja dalam kesalahpahaman. Kesalahanpahaman yang dikarenakan oleh ketidaksudian kita memberi kesempatan orang lain berbicara. Ketidakmauan kita mendengar dan malah asyik dalam fantasi kita sendiri. Hal ini sering sekali terjadi pada saya, seperti yang sudah disinggung di atas. saya jadi merasa mendapat cermin untuk berkaca. bahwa dalam mendidik anak, saya ingin memberi dia kesempatan yang banyak untuknya menjelaskan diri. Bahwa dalam berinteraksi dengan suami pun juga demikian. Dengan orang-orang terdekat lainnya. Dengan orang-orang lain yang ada di sekitar kita. Itu perlu. Karena kita tidak akan pernah tahu motivasi orang jika kita tidak bertanya. Kita tidak akan tahu cinta yang mereka utarakan lewat tindakan yang dalam persepsi kita justru sebaliknya. Maka dari itu.. Listen, Love. Coz you might just find Love. :)

No comments:

Post a Comment