Hari ini Kania genap berumur 5 bulan 30 hari, dan itu artinya ia sudah bisa diberi makanan pendamping ASI. Horeeee..! Makan-makan. Sebagai seorang ibu muda dengan anak yang baru 1 orang, saya merasa deg-degan dengan peristiwa besar ini. Rasanya campur aduk menggetarkan. Rasa seru, khawatir, dan girang jadi gado-gado perasaan buat saya.
- Rasa seru karena sudah lama menantikan momen ini karena kasihan melihat Kania yang acap kali mengecap dan marah ketika orang-orang di sekitarnya pada makan.
- Khawatir akan BAB yang keras dan karena that's what moms do! Ha!
- Girang karena saya, suami, dan Kania bersama-sama berhasil lulus S1 ASI. Perjuangan yang cukup berat dan panjang, mengingat kami sempat memberi susu formula bayi pada 3-5 minggu pertama kelahiran buah hati kami. Tidak berhenti di situ orang tua kami seringkali menyarankan untuk memberi MPASI sebelum 6 bulan, dengan alasan kasihan karena Kania terkadang rewel, dan asumsi mereka adalah bayi kami tidak kenyang. That's that, we stood up for our child based on what we think is the best for Kania's interest (after a bit of research of course).
![]() |
| "Kania mau ini Bunda!" |
Makan-makan pertama Kania secara resmi sudah terlaksana, dan cukup berhasil. Dia mau makan sekitar 10-12 sendok tepung gasol cair sekali. Horeee! Untuk urusan makan ini, sang papa minta secara baik-baik pada saya untuk diberi kesempatan menyuapi paling ga sendokan pertama. Alasannya toh nanti yang akan sering menyuapi bundanya ato utinya. Suami saya memang sangat terlibat dalam pengasuhan Kania sejak ia masih bayi merah. Mas akan dengan senang hati membersihkan ompolnya, bahkan pupnya. Beberapa kali ia juga minta kesempatan untuk memandikan Kania, sampai dengan memakaikan bajunya. Suami dan bapak sempurna! ^.^ Dan makan pertama Kania pun tidak ingin dilewatkannya, dengan memberi 6-7 suapan pertama. And she loved it! Beberapa kali terlihat mengernyit aneh, tapi setelah itu lantas terkekeh-kekeh sendiri. Sungguh pengalaman yang menyenangkan. Waiting for the next moment I can spoon feed her karena setelah ini pasti utinya sudah mengharapkan gilirannya.
![]() |
| "More, papa. More!" |


No comments:
Post a Comment