Wuiiih serunya hari ini! Rencana ke kampus untuk KRS-an saya batalkan karena ingin menunggu kabar dari teman-teman yang lain tentang KRS online yang baru akan diselenggarakan. YEP! Took nearly 10 years since the program established that the faculty decides to set up an online KRS system! Finally!!! Tapi bukan itu yang membuat saya senang hari ini! Setelah membatalkan niat saya pergi ke kampus, saya belokkan langkah motor saya ke Jl. Jendral Sudirman, disanalah saya berbelok ke sebuah gedung yang
menjual buku: GRAM*DIA!! Sendiri! Something I rarely have these days, a time alone, berlama-lama doing what I like :D
Tempat itu kadang membosankan untuk saya, namun secara kontradiktif dapat menyejukkan saat jiwa sedang kering. Dan, parkirlah saya di dalam toko itu. Sebenarnya tidak ada keinginan yang pasti buku apa yang ingin saya beli, tapi hal itu tidak menyurutkan niat untuk menyambangi lantai atas, yaitu bagian buku. Di sana saya berjalan menyusuri rak-rak, dan sampailah saya pada bagian agama, bagian yang jarang sekali saya datangi jika sedang berbelanja di sana. Mungkin itu desakan hati, karena terus terang saja akhir-akhir ini saya merasa agak kering. Rindu yang sangat, namun tak tau harus berbuat apa.
Saya menyusuri bagian agama, dan tiba-tiba tertarik dengan sebuah buku karya M. Quraish Shihab tentang doa-doa Asmaul husna. I looked through the book and found a piece that touched me, yaitu asma Allah Al-Lathif yang artinya Maha Lembut. Doanya indah sekali, saya lupa sebagian besar dari doa itu tapi ada yang sangat membekas: "kami tidak meminta takdir yang sudah berlalu untuk diubah, namun berikanlah takdir kami dengan lembut" atau semacamnya, saya tidak ingat persisnya. Subhanallah. Saya terharu sekali. Ya, saat ini saya memang sedang mengalami masa "what if..." dan "kok gitu sih, kok gini sih" dan kata-kata itu menyentuh yang terdalam dari hati saya. Sudah saatnya untuk melepas semua luka masa lalu dan berusaha untuk pulih. Amiin.
![]() |
| Buku karya M. Quraish Shihab yang ada di to-buy-list saya |
Buku itu langsung masuk dalam "to-buy-list" saya, namun saya memutuskan untuk melihat-lihat buku yang lain. Ada beberapa buku yang menurut saya menarik, yang satu tentang 30 kisah sufi, dan yang satu lagi berjudul "Hening Perjalanan Ke Dalam Diri Untuk Mensyukuri Nikmatnya". Setelah membolak balik halaman kedua buku tersebut secara acak, akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada buku yang kedua. Menurut saya buku itu pas sesuai kondisi saya saat ini yang membutuhkan siraman rohani. Ada salah satu bagian dalam buku itu yang membahas tentang Cinta Tuhan. Sang penulis tertegun saat seseorang bertanya apakah dirinya mencintai Tuhan. Beliau kemudian merenung, bingung menjawabnya. Beliau berkata bahwa Cinta Tuhan tidak terperi untuk dikatakan dengan kata. Wow! Menarik! Jadilah buku itu saya gembol untuk dibayar.
![]() |
| Ini dia bentuk halaman depan dari buku "Hening" karya Cahya Purnawan |
Dahaga saya untuk melihat-lihat buku lain tidak habis di situ. Saya kemudian menyusuri bagian novel, dan menemukan beberapa yang layak dipertimbangkan untuk dibeli. Namun saat membaca resensi buku yang ada di tangan, mata saya tertuju pada buku biru berjudul "The Geography of Bliss". Hmmm menarik. Judul buku tersebut lebih mirip buku self-help, namun kok ada di bagian novel yaah, pikir saya. Segera setelah selesai membaca resensi buku yang ada di tangan, saya mengambil novel tersebut. Dan langsung jatuh cinta. Tag line novel ini bertuliskan: kisah seorang penggerutu yang berkeliling dunia mencari negara paling membahagiakan. Jenius! Saya terheran-heran dengan ide orang ini untuk berkeliling dunia dan mencari tempat mana yang paling bahagia. A little eccentric in a way, but fun!
![]() |
| Ini bentuk depan buku yang menyenangkan itu! |
Itulah sekelumit kisah hari ini, memiliki me-time dan mengalami bookgasm. How do you spend your me-time? What gets you high?



Jeng, hihihihi, aku suka amazed kalo menemukan betapa miripnya kita di tulisan2mu... Btw, aku juga sering menjadikan gram*dia dan tempat2 sejenisnya untuk melarikan diri dari realita, hehe! And I love the way you said bookgasm! Sounds familiar with that.. ;)
ReplyDeletehaha iya jeng! Kan kita seperti kembar hampir identik secara spiritual ;) ihihi.
ReplyDeleteAku setuju! Si gram*dia itu tempat yang homey banget untuk berlama-lama and I love it!! Mana di lante 2 kan bagian jualan stationary and photo frames, aah itu juga salah satu gasm untukku. Lante 1 bagian jualan CD,VCD and DVD. Lengkap deh. Gram*dia menjual banyak gasm ya spertinya. Mungkin mereka harus mulai mempertimbangkan bikin tagline "GRAM*DIA, more than one gasm in your trolley" hahaha
Hahaha yuk kita usulkan, lumayan lohh ada royaltinya kalo sampe itu tagline nya dipake hihihi..
ReplyDeleteyup, aku juga selalu paling nggak bisa menahan godaan dari stationery, aaduuuhh rasanya hampa bgt kalo pulang2 dari toko itu gak beli apa2.. *merasabersalah.com