Hari ini sebenarnya
mungkin bukan pertama kali aku bersinggungan atau berhubungan dengan hatiku. Aku
yakin hatiku sudah berjuta-juta kali mencoba untuk berkenalan denganku. Namun aku
belum yakin, belum siap, belum mau untuk berkenalan dengannya. So, there it
was. Hari ini akhirnya secara resmi aku berkenalan dengan hatiku sendiri. Hatiku…
Luar biasa hebat. Penuh dengan keluasan dan kedalaman, yang menjadikannya penuh
kasih dan kebijaksanaan. Hatiku kuat. Hatiku selalu mencoba untuk mengingatkan bahwa
aku adalah individu yang kuat. Namun selama ini pikiran terlalu mendominasi kehidupanku.
Ya, aktivitas di dalam otakku terlampau sibuk. Sering sekali melontarkan judgement-judgement
negative tentang diriku sendiri. Dan aku seringkali, selalu, teryakinkan bahwa aku
adalah individu yang lemah, jelek, dan segala macam sifat buruk lainnya. Padahal,
aku baik-baik saja. Aku adalah individu yang kuat. Kekuatan itu selama ini terpendam.
Terkubur dibawah bangunan kokoh bernama pikiran.
Aku terpesona. Begitu sangat terpesona. Seperti menemukan semangat baru, menemukan kekuatan baru. Aku merasa tidak sendirian, ada teman yang selalu setia menemani walau aku sedang “sendirian”. Dan hal ini membangkitkan kekuatan baru. Hatiku adalah seorang gadis kecil dengan gaun putih dan mahkota bunga. Cantik. Seperti matahari, cerah. Ceria. Bahagia. Selalu tertawa. Namun dibalik itu semua, ada kedewasaan dan kebijaksanaan polos khas anak-anak yang menjadi pondasi karakternya. Itulah aku.

No comments:
Post a Comment