Heey ho! Sudah agak lama yah saya ga menyapa blogger sekalian. Minggu lalu saya holiday kecil di tempat mertua di Boyolali. Berhubung modem sudah habis pulsanya dan tidak kami isi ulang, jadi saya tidak terkoneksi. Anyhoo, di sana saya bermasak-masak ria. Hobi yang sudah lama saya idealkan sebagai seorang perempuan, namun baru akhir-akhir ini saya praktekkan secara nyata; tepatnya sejak saya menikah. Dari dulu saya selalu merasa sexy ketika sedang memasak, sesepele apapun masakan yang saya buat. Apalagi jika memasak untuk suami, terbayang ga betapa sexy perasaan saya?! Baik, lanjuuut.
Masakan pertama saya untuk suami adalah beef blackpepper (ga ada ilustrasi, karena begitu jadi langsung disantap oleh suami). Cukup sukses lah waktu itu. Masih teringat jelas kami berdua menyantapnya secara lesehan di depan TV, semeja kecil berdua (romantis masa kini udah bukan sepiring berdua lagi, tapi semeja kecil berdua :p ). Masakan kedua yang saya buat adalah salmon asam manis yang alhamdulillah juga sukses. Resepnya saya ambil dari masakan asam manis, dagingnya diganti dengan daging ikan salmon karena waktu itu saya sedang hamil, jadi suami getol banget dengan segala yang berbau salmon. Alhasil saya buatkan kami berdua salmon asam manis.
![]() | |
| Salmon asam manis a la Dina |
Naaah setelah berbulan-bulan ga masak, maklum kami masih tinggal dengan orang tua saya, akhirnya saya memasak lagi! Saya memasak suki, yang menurut saya agak gagal. Sukiyaki adalah irisan tipis daging sapi, sayuran, dan tahu di dalam panci besi yang dimasak di atas meja makan dengan cara
direbus. Sukiyaki dimakan dengan mencelup irisan daging ke dalam kocokan
telur ayam. Lhah saya menggunakan wajan untuk memasaknya, dan ga pake sayuran atau dicelupin ke kocokan telur ayam; maka dari itu saya kasih nama suki yang saya masak itu "semur Jepang". Tapi sayangnya ga ada jejak dokumentasi dari masakan semur Jepang saya. Lain kali yaa kalo saya masak, saya fotoin deh.
Setelah selesai makan semur Jepang buatan saya, dengan hati meluap-luap saya lanjutkan perjalanan memasak hari itu dengan menyiapkan isi untuk lumpia yang rencananya akan kami santap sambil nonton The Tourist di TV cable. Saya sampai agak nyuekin Kania hari itu karena terlalu bersemangat masak; jadi Kania diambil alih oleh papa dan utinya. Thanks guys :x. Lagi-lagi saya lupa mendokumentasikan masakan lumpia saya, tapi bentuknya masih sewajarnya lumpia kok. Kebayang kan? Okee... Lanjoot. Lumpia itu juga menuai kesuksesan. Belum juga film dimulai lumpianya sudah 1/4 ludes. Saya seorang perempuan yang sepertinya didominasi indera pendengaran, jadi untuk saya pribadi indikator kesuksesan lumpia buatan saya adalah ketika suami dan mertua bilang lumpianya enak! Hari berikutnya ibu mertua saya tiba-tiba bilang bahwa masakan saya enak, padahal jarang masak; dan suami menyemangati saya untuk lebih sering masak. Hati saya berbunga-bungan dan wajah saya pasti ga karuan karena tersipu gimana gitu!
Itu cerita seru dari minggu lalu, my little holiday dan masak-masak seru saya! Alhamdulillah sukses berat ;p dengan demikian saya boleh bangga dan merasa sexy sekali!!

No comments:
Post a Comment