Monday, January 16, 2012

Tesis yang Diduakan

Wow! Tak terasa sudah seharian penuh saya mantengin layar laptop gara-gara keasyikan berbenah blog baru saya. Seneng rasanya bisa melakukan banyak hal di blog ini. Semoga blog ini bisa terus terisi oleh gores-gores kata dari saya. Amin.

Saya kagum dengan kemampuan saya mendekam di depan laptop seharian ini. Sungguh tak terasa lelah, berat, ataupun bosan. Sesuatu yang baru ini sungguh membuat saya tertarik bukan main. Mungkin itulah yang dinamakan semangat mengerjakan sesuatu karena kita suka. Hasilnya maksimal, dan mungkin saja sampai batas hampir bisa dieksploitasi hehe.. Maksud saya se-lama apapun waktu yang kita gunakan untuk mengerjakan hal tersebut kita tidak akan merasa berat sama sekali. Kita menjadi aliran, mengalir dalam kekinian aktivitas yang sedang kita lakukan. Itu ada teorinya lho, namanya The Flow Theory dari Mihaly Csikszenmihalyi (dibaca ciksenmihai, what a mouthful!). Beliau adalah dosen psikologi berasal dari Hungaria, namun telah lama bermigrasi ke US. Let's cut the chase, so how does it feel to be in the "flow"? Berikut gambarannya:
  1. Completely involved, focused, concentrating - with this either due to innate curiosity or as the result of training
  2. Sense of ecstasy - of being outside everyday reality
  3. Great inner clarity - knowing what needs to be done and how well it is going
  4. Knowing the activity is doable - that the skills are adequate, and neither anxious or bored
  5. Sense of serenity - no worries about self, feeling of growing beyond the boundaries of ego - afterwards feeling of transcending ego in ways not thought possible
  6. Timeliness - thoroughly focused on present, don't notice time passing
  7. Intrinsic motivation - whatever produces "flow" becomes its own reward
 sumber dari http://austega.com/gifted/articles/flow.htm

Jadi intinya seperti yang sudah saya sedikit singgung di atas: pemusatan perhatian pada sesuatu aktivitas hingga lupa waktu yang pada saat bersamaan menimbulkan perasaan senang karena kita berada pada kekinian; lupa akan segala sesuatu di luar aktivitas yang sedang kita lakukan itu. Ada satu hal yang agaknya ingin sekali bisa saya lakukan hingga mencapai the flow itu tadi, yaitu thesis S2 saya. Entah mengapa saya merasa agak kesulitan untuk mengajak diri saya bekerja sama dalam mengumpulkan semangat untuk mengerjakannya. Padahal sungguh saya sudah sangat ingin menyelesaikannya. Hanya saja tidak cukup besar hingga membuat saya bertindak sedikit lebih jauh. Selama ini saya hanya berpatokan bahwa saya pasti selesai, dan tidak pernah terlalu mengkhawatirkan prosesnya. Padahal proses yang saya lalui sampai dengan tesis tersebut selesai adalah yang paling penting. Saya selalu yakin bahwa Tuhan pasti memberi jalan, namun saya tidak pernah berusaha dengan sedikit lebih keras untuk membantu Tuhan membuka jalan itu.

Saya sangat terinsipirasi oleh novel karya A Fuadi yang berjudul "Negeri Lima Menara". Di situ disinggung soal slogan para santri yaitu man jadda wa jada. Saya sungguh terkesima dengan slogan itu; siapa bersungguh-sungguh akan berhasil. Konon, slogan itu merupakan mantra sakti mandraguna bagi para santri di novel tersebut. Benar, mantra tersebut memang sakti karena saya pun terkena imbasnya. Setelah benar-benar menghayati sepenggal ungkapan berbahasa Arab tersebut saya jadi merenung dan mengaplikasikannya pada kehidupan saya, terutama yang bagian tesis. Waktu itu semangat tersebut begitu besar, saya berapi-api hingga siap sedia untuk meluangkan waktu mencari jurnal; sesuatu yang sebelumnya tidak pernah saya lakukan untuk memulai tesis saya. Sampai detik ini saya masih bersemangat, namun entah kenapa sudah mulai kendur. Padahal ada target yang harus saya capai, yaitu lulus semester ini. Yah, semoga tulisan ini menjadi refleksi dan sekaligus cambuk bagi saya untuk terus bersemangat mengerjakan tesis tercinta yang telah lama ku duakan. Sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit. I welcome the flow to come to me #2012wishlist (waks hehe)!

Tesis, tunggu aku. Aku datang menjemputmu.

No comments:

Post a Comment